Cerita WILD CREW tentang persahabatan, beatbox, dan perjalanan panjang di dunia B-boy hingga tampil di Jakarta.
Empat penampil asal Republik Korea berdiri di panggung utama KOREA 360, Jakarta pada Sabtu, 5 September 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Musik mulai terdengar, tubuh para penari bergerak mengikuti irama, tetapi ada satu hal yang membuat penulis terdiam, dan ternyata beberapa suara yang terdengar ternyata bukan berasal dari instrumen musik.
Suara kendaraan, knalpot, benda yang jatuh, hingga berbagai bunyi dan gesekan yang terdengar begitu detail bisa diciptakan hanya dengan mulut. Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari “Rhythm of K-Street”, acara yang digelar oleh Korean Cultural Center Indonesia (KCCI), Ministry of Culture, Sports and Tourism of the Republic of Korea (MCST), dan Korea Foundation for International Cultural Exchange (KOFICE) melalui program Touring K-Arts.
Berita Terkait...
Digelar di Main Atrium KOREA 360, Lotte Shopping Avenue, Jakarta, acara tersebut menghadirkan salah satu tim breaking Korea, WILD CREW, bersama penampilan Savannah dari INVASION DC, dan B-Boyindo All Star.

Malam itu, WILD CREW tidak hanya membawa breaking ke hadapan penonton Indonesia. Mereka juga berkolaborasi dengan beatboxer Korea, Soundgom, menciptakan pertunjukan yang mempertemukan gerakan tubuh dengan suara yang dibuat secara langsung.
Namun, di balik gerakan eksplosif mereka di atas panggung, ada cerita sederhana tentang persahabatan yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Berawal dari Teman Sekolah Dasar
Jakarta ternyata menjadi pengalaman pertama mereka mengunjungi Indonesia. Ketika ditanya mengenai WILD CREW, mereka memperkenalkan diri sebagai kelompok breaking yang bermula dari sekumpulan teman sekolah dasar.
“Kami adalah teman-teman sejak sekolah dasar yang berkumpul dan hingga sekarang terus aktif berkegiatan di Korea. Kami adalah WILD CREW, tim breaking yang saat ini aktif mewakili Korea,” ujar mereka.
WILD CREW berdiri pada 2011. Para anggotanya mengatakan perjalanan mereka bersama dalam dunia breaking telah berlangsung sekitar 14 tahun. Persahabatan panjang itu pula yang mereka anggap sebagai salah satu kekuatan terbesar WILD CREW.
“Karena kami sudah berteman sejak kecil, kami saling memahami. Bahkan hanya dengan melihat tatapan mata satu sama lain, kami sudah tahu,” kata mereka.
Menurut WILD CREW, kedekatan tersebut membuat koordinasi ketika tampil terasa lebih alami.
“Teamwork adalah kekuatan terbesar kami. Hanya dengan saling bertatapan, kami bisa langsung menyesuaikan gerakan dan ritme satu sama lain,” kata salah satu personelnya.
Kalimat itu terasa masuk akal setelah melihat mereka di atas panggung. Gerakan yang cepat dan bergantian terlihat seperti percakapan tanpa kata. Satu anggota bergerak, sementara yang lain seolah sudah mengetahui apa yang harus dilakukan berikutnya.
Breaking Bertemu Beatbox
Salah satu bagian paling menarik dari pertunjukan malam itu adalah kolaborasi antara breaking dan beatbox. WILD CREW menjelaskan, kehadiran Soundgom memungkinkan mereka membuat panggung yang menggabungkan dua bentuk ekspresi tersebut.
Mereka bahkan dengan antusias memperkenalkan Soundgom sebagai Korean beatbox champion dan menyampaikan rasa terima kasih kepadanya karena dapat berkolaborasi dalam pertunjukan tersebut.
Perpaduannya sederhana tetapi menarik. Ketika beatbox menciptakan irama dan berbagai efek suara, para anggota WILD CREW menjawabnya melalui gerakan. Penonton pun beberapa kali bersorak ketika gerakan breaking bertemu dengan perubahan beat secara tepat.
Terharu dengan Sambutan Penonton Indonesia
Kunjungan pertama WILD CREW ke Indonesia juga meninggalkan kesan tersendiri bagi mereka. Mereka mengaku tidak menyangka akan menerima sambutan begitu hangat dari penonton Jakarta, terlebih melihat besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap budaya Korea.
“Ini pertama kalinya kami datang ke Indonesia. Karena banyak orang di sini sangat menyukai K-Culture, kami ingin membalasnya dengan memberikan penampilan terbaik,” ujar WILD CREW.
Namun, menurut mereka, energi yang diberikan penonton justru lebih besar dari yang mereka bayangkan.
“Kami justru menerima energi dan rasa haru yang lebih besar. Walaupun lelah, kami bisa tampil dengan sangat menyenangkan dan bahagia. Kami benar-benar berterima kasih,” kata mereka lagi.

Hubungan budaya ternyata tidak selalu membutuhkan bahasa yang sama. Malam itu, suara, gerakan, dan tepuk tangan sudah cukup menjadi cara penampil Korea dan penonton Indonesia berkomunikasi.
Jangan Takut untuk Memulai
Wild Crew menyampaikan kepada orang Indonesia yang tertarik belajar beatbox ataupun breaking. Jawabannya kembali membawa mereka pada perjalanan panjang sejak masih duduk di sekolah dasar.
“Ketika pertama kali melihat beatbox atau B-boy, mungkin terlihat sulit. Tetapi kami sendiri sudah terus mencoba dan berlatih sejak sekolah dasar,” kata mereka.
Oleh sabab itu, WILD CREW berharap anak-anak muda Indonesia tidak merasa takut sebelum mencoba.
“Kami berharap kalian bisa memulainya dengan nyaman tanpa rasa takut. Nikmati dengan santai dan Bahagia,” kata mereka.


















