Pengalaman seorang WNI cukur rambut di Korea.
K-beauty identik dengan skincare Korea yang mendunia bukan? Kulit glowing artis Korea juga sering membuat banyak wisatawan penasaran mencoba langsung produk kecantikan di Negeri Ginseng.
Namun menikmati K-beauty ternyata bukan hanya soal skincare atau belanja di Olive Young. Salah satu pengalaman menarik yang bisa dicoba saat berada di Korea adalah datang langsung ke salon lokal Korea.
Berita Terkait...
Penulis pernah mencoba potong rambut di Seoul pada 2023 silam, tepatnya di kawasan Konkuk University. Saat itu biaya potong rambut mencapai sekitar 30 ribu won atau sekitar Rp480 ribuan dengan kurs saat itu. Hasilnya memuaskan, tetapi pengalaman kali ini pada April 2026 lalu terasa lebih berkesan karena penulis mencoba salon lokal di luar Seoul, tepatnya di Kota Gwangju.
Gwangju dikenal sebagai kota bersejarah di Korea dan dapat ditempuh sekitar dua jam menggunakan KTX dari Seoul Station. Berbeda dengan Seoul yang ramai dan penuh hiruk pikuk, suasana Gwangju terasa lebih tenang dan santai sejak pertama kali penulis menginjakkan kaki di kota tersebut.
Saat berada di Gwangju, penulis memang berniat mencoba pengalaman baru dengan memotong rambut di salon lokal Korea. Pagi itu sekitar pukul 10.00 waktu setempat, penulis berjalan di kawasan Dosan yang berada tidak jauh dari Gwangju Songjeong Station. Di kawasan tersebut terdapat deretan toko kecil, pasar lokal, hingga beberapa salon rambut yang tampak sepi didatangi warga sekitar karena masih pagi.
Setelah sempat melihat beberapa salon, pilihan penulis akhirnya jatuh pada sebuah salon kecil bernama Jun Hair Salon.

Saat masuk ke dalam salon, suasananya terasa hangat dan sederhana. Pemilik salon, seorang ahjumma, sedang merangkai bunga karena selain membuka salon, ia juga menjual tanaman hias di tokonya. Meski terkendala bahasa, komunikasi tetap berjalan dengan bantuan bahasa Korea sederhana dan Google Translate.
Suasana salon terasa berbeda dari salon pada umumnya. Tidak ada aroma menyengat dari bahan kimia rambut ataupun suara pengering rambut yang bising. Karena saat itu masih musim dingin, pendingin ruangan pun tidak digunakan. Sebaliknya, aroma bunga dari tanaman hias yang dijual di dalam salon justru membuat suasana terasa hangat dan menenangkan.
Penulis kemudian meminta model rambut layer. Sang pemilik salon menunjukkan beberapa contoh gaya rambut, hingga akhirnya penulis memilih model rambut yang terinspirasi dari Song Hye Kyo saat tampil dalam drama Descendants of the Sun.

Proses potong rambut pun dimulai. Dengan ramah, sang pemilik salon memasangkan kain pelindung di pundak penulis sambil memijat ringan bagian bahu. Rambut panjang penulis yang mulai berantakan kemudian disisir perlahan dan dibasahi menggunakan semprotan air.
Proses potong rambut terasa sangat teliti dan profesional. Helai demi helai rambut dipotong dengan hati-hati. Sesekali sang pemilik salon melihat kembali contoh model rambut yang diinginkan penulis agar hasilnya sesuai.
Tak sampai 30 menit, hasil potongan rambut selesai dan ternyata sangat memuaskan! Penulis bahkan merasa hasilnya lebih cocok dibanding pengalaman sebelumnya di Seoul.
Yang paling mengejutkan, biaya potong rambut di salon lokal Gwangju ini hanya sekitar 12 ribu won atau sekitar Rp140 ribuan.
Tak lama setelah proses potong rambut selesai, seorang pelanggan lain datang dan duduk menunggu antrean. Hal tersebut membuat penulis semakin yakin bahwa salon kecil lokal tersebut memang cukup dipercaya warga sekitar.
Dengan harga yang jauh lebih murah dibanding Seoul, pengalaman mencoba salon lokal di Gwangju justru menjadi salah satu pengalaman K-beauty paling berkesan selama berada di Korea. Keramahan pemilik salon, suasana kota yang tenang, hingga detail pelayanan yang telaten membuat pengalaman sederhana seperti potong rambut terasa menyenangkan.
Setelah mencoba potong rambut langsung di Korea, penulis pun menjadi semakin penasaran untuk mencoba pengalaman K-beauty lainnya di masa mendatang, termasuk mewarnai rambut atau mencoba hair styling langsung di salon Korea.


















