Jakarta, Chingudeul.com – Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Korea Selatan terus meningkat. Seiring tren tersebut, Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali mempertemukan pelaku industri pariwisata Korea Selatan dengan agen perjalanan Indonesia melalui Korea Travel Mart (KTM) 2026.
Digelar di Raffles Jakarta belum lama ini, Korea Travel Mart 2026 mempertemukan 26 pelaku industri pariwisata Korea dengan 85 travel agent Indonesia. Pertemuan ini membuka kesempatan bagi kedua pihak untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama sekaligus menghadirkan lebih banyak pilihan perjalanan ke Korea bagi wisatawan Indonesia.
Berbeda dari pameran wisata yang langsung menyasar wisatawan, Korea Travel Mart digelar dalam format business-to-business (B2B). Para peserta mengikuti sesi pertemuan bisnis secara langsung untuk membahas produk perjalanan, destinasi, hingga pengalaman wisata yang berpotensi dikembangkan menjadi paket perjalanan bagi pasar Indonesia.
Berita Terkait...
Sebanyak 26 pelaku industri pariwisata Korea yang hadir berasal dari berbagai sektor, mulai dari agen perjalanan, grup pertunjukan, hotel, startup, hingga organisasi pariwisata regional.

Direktur Korea Tourism Organization Jakarta, Kim Jisun, mengatakan pertemuan langsung antara industri pariwisata kedua negara diharapkan dapat membuka kesempatan kerja sama baru.
“Korea Travel Mart 2026 menjadi kesempatan bagi industri pariwisata Korea dan agensi perjalanan Indonesia untuk bertemu secara langsung. Kami berharap pertemuan ini dapat membuka peluang kerja sama baru sekaligus memberikan lebih banyak pilihan produk perjalanan bagi wisatawan Indonesia,” ujar Kim Jisun dalam keterangannya dikutip Senin (28/9/2026).
Wisatawan Indonesia ke Korea Terus Bertambah
Korea Travel Mart 2026 berlangsung di tengah meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan. Pada 2025, tercatat sebanyak 365.596 kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar wisatawan terbesar keempat dari kawasan ASEAN.
Tren tersebut berlanjut pada tahun ini. Sepanjang Januari hingga Juli 2026 saja, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia telah mencapai 259.491 kunjungan. Indonesia pun naik menjadi pasar wisatawan terbesar ketiga Korea Selatan di ASEAN.
KTO menargetkan jumlah kunjungan wisatawan Indonesia dapat mencapai 425.000 kunjungan sepanjang 2026. Besarnya minat tersebut turut mendorong semakin beragamnya pilihan wisata Korea yang diperkenalkan kepada pasar Indonesia.
Tak hanya perjalanan ke destinasi populer atau wisata yang berkaitan dengan Hallyu, sepanjang 2026 KTO juga memperkenalkan sejumlah tema perjalanan lain, seperti Muslim-friendly Tourism, Medical & Wellness Tourism, Educational Tourism, hingga MICE Tourism.
Dengan pilihan tersebut, wisatawan Indonesia diharapkan dapat mengenal lebih banyak sisi Korea Selatan dan memiliki alternatif perjalanan yang lebih beragam.
“Kami berharap semakin beragamnya produk yang diperkenalkan dapat membantu travel agent mengembangkan itinerary yang lebih bervariasi, tidak hanya dengan mengandalkan destinasi populer, tetapi juga pengalaman budaya, K-content, wellness, edukasi, hingga perjalanan bisnis dan incentive,” kata Kim Jisun.
Korea Travel Mart 2026 kemudian dilanjutkan dengan Gala Night yang menjadi kesempatan bagi pelaku industri pariwisata Korea dan Indonesia untuk memperluas jejaring. Acara tersebut turut dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan penampilan musik.
Melalui Korea Travel Mart, KTO Jakarta berharap hubungan antara industri pariwisata Korea dan Indonesia semakin kuat sekaligus membuka peluang hadirnya lebih banyak pilihan perjalanan Korea yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Indonesia.


















